Most Visited

  • Ki Darmaningtyas Kepuasan Pemudik Hingga 85,3% Bukti Keberhasilan Rekayasa Lalu Lintas dan Sinergi Lintas Sektor

    • Admin News1
    • 10 Apr, 2026
  • Polri–Universitas Borobudur Perkuat Kolaborasi, Akselerasi Transformasi Pendidikan melalui Pusat Studi Kepolisian

    • Admin News1
    • 10 Apr, 2026
  • Kakorlantas Polri Resmikan Safety Driving Center (SDC) Polda Kalsel

    • Admin News1
    • 10 Apr, 2026

Tags

  • Food
  • Social
  • News
  • Political
  • Magazine
  • Child Abuse
  • Early Marriage

Follow Us

  • Author
  • Forum
  • Advertisement
  • Contact
    • Home
    • News
    • Nasional
    • Sport
    Friday, 10 Apr 2026
    • Home

    Cegah Ajaran Radikalisme Melalui Medsos, Polresta Sidoarjo Perkuat Barisan Netizen

    Kepolisian
    • Admin News1
    • Nov 30, 2023
    • 1 min read
    Cegah Ajaran Radikalisme Melalui Medsos, Polresta Sidoarjo Perkuat Barisan Netizen

    website.txtdariindonesia.id -

    Cegah Ajaran Radikalisme Melalui Medsos, Polresta Sidoarjo Perkuat Barisan Netizen


    Ajaran radikalisme, upaya intoleransi dan terorisme dapat mempengaruhi masyarakat melalui kesempatan apa saja. Termasuk paling mudah adalah dengan penyebaran informasi di media sosial.


    Bahkan Densus 88 Antiteror Polri, pernah mengindikasi Media sosial (medsos) merupakan sarana yang subur bagi penyebaran radikalisme, intoleransansi, dan terorisme di Indonesia. Medsos dapat mengubah karakter seseorang dalam waktu singkat.


    Seperti dibenarkan Ps. Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono, dalam kesempatan ngobrol bareng netizen dan penggiat media sosial di Sidoarjo, Rabu (29/11/2023). Bahwa pihak cyber Polri kerap kali menemukan informasi di medsos yang sering dimanfaatkan untuk penyebaran radikalisme, intoleransi, dan terorisme.


    Menurut dia, seseorang dengan mudah menemukan ajaran-ajaran tentang panduan bom bunuh diri atau mati syahid serta ajaran radikal lain di medsos.

    Iptu Tri Novi mencontohkan, di Indonesia pernah ada satu keluarga yang rela untuk jadi pelaku bom bunuh diri karena mengikuti kajian-kajian di medsos, seperti yang terjadi di kota besar di Indonesia beberapa tahun silam.


    “Karena dampak dan pengaruh negatif di medsos seperti ajaran-ajaran radikalisme, intoleransi dan terorisme, kami mengajak para netizen dan penggiat medsos untuk bersama menangkal paham yang bertentangan dengan Pancasila tersebut,” tegas Iptu Tri Novi Handono.


    Polresta Sidoarjo bersama netizen harus terus masif mengedukasi masyarakat, khususnya para netizen agar lebih bijak dalam penggunaan media sosial. “Baiknya saringlah informasi yang kurang tepat, sebelum di sharing ke publik atau pengguna medsos lain,” lanjutnya.

    • Share:
    • Tags :
    • Polisi
    • Sidoarjo
    • Polresta Sidoarjo

    Related Post

    • Admin News1
    • Fri 04, 2026

    Ki Darmaningtyas Kepuasan Pemudik Hingga 85,3% Bukti Keberhasilan Rekayasa Lalu Lintas dan Sinergi Lintas Sektor

    • Admin News1
    • Fri 04, 2026

    Polri–Universitas Borobudur Perkuat Kolaborasi, Akselerasi Transformasi Pendidikan melalui Pusat Studi Kepolisian

    One advanced diverted domestic set repeated bringing you old. Possible procured her trifling laughter thoughts property she met way. Which could saw guest man now heard but.

    Latest News

    • Ki Darmaningtyas Kepuasan Pemudik Hingga 85,3% Bukti Keberhasilan...

      • 10 Apr, 2026
    • Polri–Universitas Borobudur Perkuat Kolaborasi, Akselerasi Transformasi Pendidikan melalui...

      • 10 Apr, 2026

    © 2026 All right reserved by txtdariindonesia.id